Strategi Investasi Saham yang Terbukti Cuan!

Bagi orang-orang yang melakukan investasi saham, harus memiliki tujuan jangka panjang untuk mendapatkan keuntungan dan belajar terus-menerus. Bagi para pemula, pasti sering menemukan kondisi yang disebut dengan bear market, yaitu kondisi saat imbal hasil investasi saham lebih dari 20%.

Kondisi ini dapat menjadi kondisi yang cukup menyulitkan investor sehingga para investor harus melakukan strategi dalam investasi saham dengan tepat. Ada berbagai strategi investasi saham seperti membeli saham dari perusahaan besar yang nilainya stabil, mencairkan posisi investasi, hingga melakukan penawaran serta mengambil untung dari harga saham yang tertekan.

Mengenal Strategi Investasi Saham Saat Pasar Anjlok

Para investor perlu memahami beberapa strategi berikut ini supaya dapat terhindar dari jebakan kerugian di kondisi bear market.

1.     Strategi Menabung Saham

Perlu diketahui bahwa strategi menabung saham merupakan cara melakukan investasi saham dengan rutin, yaitu menginvestasikan sejumlah uang pada beberapa saham tertentu untuk jangka waktu yang panjang.

Hal ini dilakukan dengan tujuan saham yang dibeli secara rutin suatu hari harganya dapat meningkat sehingga ketika dijual pun bisa mendapatkan keuntungan.

Inti dari strategi menabung saham yaitu konsistensi. Dalam hal ini tidak begitu terlalu memperhatikan pergerakan pasar, jadi hanya perlu membeli saham secara rutin sedikit demi sedikit. hingga akhirnya bisa memperoleh saham sebanyak mungkin.

2.     Strategi Value Investing

Para investor juga dapat melakukan strategi value investing, terutama bagi para investor pemula yang masih belajar. Strategi ini diperkenalkan pertama kali oleh investor kawakan pada 1934 silam yaitu Ben Graham.

Fokus dari penerapan strategi value investing yaitu membeli saham value stock, di mana saham diperjualbelikan di harga lebih rendah dibandingkan fundamentalnya seperti di laporan finansial perusahaan.

Dalam melakukan strategi ini ada tiga tahapan yang harus dilakukan. Pertama, temukan saham dengan harga lebih rendah dibanding harga semestinya.

Kedua saham yang dipilih mewakili perusahaan yang memiliki finansial bagus. Ketiga, pastikan bahwa saham yang akan dibeli berasal dari perusahaan dengan tata pengelolaan yang baik.

3.     Strategi Growth Investing

Mungkin bagi yang masih belajar tentang investasi saham, masih bingung antara growth investing dengan value investing.

Pada value investing lebih mengutamakan penilaian terhadap harga saham yang wajar atau evaluasi. Sedangkan pada strategi growth investing lebih pada dengan pencarian saham dengan peluang keuntungan pendapatan yang tinggi di waktu mendatang.

Strategi growth investing tidak seperti value investing sehingga tidak peduli dengan valuasi saham. Hal yang penting dalam strategi ini yaitu saham yang dibeli harus memiliki potensi untuk tumbuh besar.

Apabila strategi ini diterapkan, maka tidak akan keberatan jika harus membeli saham yang harganya sudah tinggi dari awal. Dengan catatan potensi kenaikan harga saham di masa depan masih kuat.

4.     Strategi Trading Saham

Bahasa sederhananya, trading saham artinya dagang saham di mana para investor melakukan transaksi saham, baik menjual maupun membeli, untuk jangka waktu yang pendek. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan yang diperoleh dari selisih pergerakan harga saham di jangka waktu pendek tersebut.

Apabila baru belajar seputar investasi saham, melalui strategi ini tidak perlu terlalu memperhatikan kondisi fundamental dari saham yang akan dibeli. Jadi cukup fokus dengan sentimen serta kondisi pasar untuk mendapatkan keuntungan. Karena dari sanalah akan mengetahui selisih pergerakan harga saham sehingga dapat melakukan trading.

Untuk strategi ini, para investor biasanya mengacu dengan analisis teknis. Apabila ingin menggunakan strategi trading saham, terlebih dahulu wajib memiliki kemampuan analisis teknik yang mumpuni. Selain itu juga harus memantau dengan rutin pergerakan harga saham di pasar.

Demikianlah penjelasan mengenai beberapa strategi investasi saham yang terbukti mendapatkan hasil. Jadi tidak perlu khawatir dengan kondisi bear market, karena para investor dapat menggunakan strategi investasi di atas untuk mengamankan saham yang dimiliki.

Hindari 5 Hal Ini Saat Investasi Saham

Banyak orang yang akhirnya berpikir untuk mulai berinvestasi saham, apalagi saat ini untuk berinvestasi saham membutuhkan modal yang tidak begitu besar.

Pasalnya, dengan modal investasi saham yang dikeluarkan bisa memperoleh imbal hasil yang lebih signifikan dibandingkan model investasi lainnya. Meskipun demikian, bagi para pemula harus berhati-hati dalam melakukan investasi karena tidak sedikit orang yang akhirnya kehilangan uang di market saham.

Kesalahan Saat Berinvestasi Saham Untuk Pemula

Keuntungan dari investasi saham tidak dapat diperoleh dengan instan karena butuh proses belajar yang panjang sehingga pengelolaan investasi dapat optimal. Bagi para pemula yang ingin berinvestasi, ada beberapa hal yang perlu dihindari dalam melakukan investasi saham.

1.     Tidak Paham Model Perusahaan

Jika ingin melakukan investasi di pasar saham, hal mendasar yang harus diketahui yaitu terkait profil emiten dan model perusahaan. Seluk-beluknya harus diketahui dengan jelas jadi tidak hanya sekedar mengetahui nama dan harga sahamnya saja.

Berbagai hal harus dipahami terkait dengan perusahaan tersebut, misalnya bagaimana perusahaan bergerak, apakah di tahun tersebut dapat mencetak profit, dan lain sebagainya. Hindari untuk membeli emiten yang bahkan tidak diketahui profilnya.

2.     Menjual Saham Saat Panik

Dalam melakukan investasi saham harus benar-benar dapat mengatur emosi karena hal ini akan sangat berpengaruh terhadap keuntungan dan kerugian dalam berinvestasi.

Kesalahan fatal yang harus dihindari oleh para investor yaitu tidak menjual saham saat panik atau mengambil keputusan berdasarkan fokus jangka pendek.

Pasalnya, hal tersebut dapat memberikan dampak hasil finansial yang sangat buruk. Pada intinya, kerugian pada saldo akun belum berakhir kecuali jika sudah menjual saham tersebut.

Dengan begitu maka akan lebih sulit untuk kembali ke pasar saham dan tetap diam apabila takut mendorong keputusan. Untuk itu alangkah baiknya tetap fokus terhadap tujuan jangka panjang serta bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut.

3.     Bergantung Dengan Momen

Ternyata hal ini juga dapat menjadi kesalahan bagi para investor yang berdampak buruk terhadap investasi saham. Biasanya, hal ini terjadi saat ada berita atau informasi seputar proyeksi pergerakan harga saham untuk waktu mendatang.

Ketika mendengar informasi tersebut, akhirnya mengambil keputusan untuk mengikuti dan menunggu prediksi sesuai informasi yang didapatkan.

Namun, bukannya memperoleh keuntungan, justru ketika investor terlalu bergantung dengan momen justru berpotensi memperoleh kerugian. Hal ini dikarenakan pasar saham pada dasarnya digerakkan oleh banyak sentimen. Dengan begitu akan cukup sulit memprediksi harga saham untuk jangka menengah hingga jangka panjang.

4.     Pandangan Toleransi Risiko Yang Tidak Tepat

Para investor yang gagal mengenali toleransi risiko akan mendapati masalah. Pada dasarnya, jika waktu untuk menabung lebih lama, maka akan semakin bisa diinvestasikan dengan agresif dalam saham serta menunggu waktu volatilitas. Kenyataannya, banyak investor yang lebih memilih untuk mengambil risiko melebihi yang seharusnya.

Saat pasar saham mengalami ketidakstabilan maka hal tersebut menyebabkan konflik emosional sehingga tantangannya yaitu harus membuat keputusan yang logis dan akurat. Kesalahan terkait pandangan toleransi risiko yang tidak akurat cukup sering terjadi dan dialami oleh banyak investor.

5.     Hanya Sebatas Ikut-Ikutan

Ternyata tidak sedikit orang yang melakukan investasi saham hanya karena ikut-ikutan trend atau orang lain. Padahal iasanya, hal demikian sering dialami oleh para investor yang memiliki ambisi terlalu besar untuk cepat kaya.

Untuk itu, hindari terjun dalam dunia investasi jika hanya ingin mengikuti trend saja. Sebab hal ini memiliki risiko yang cukup besar, segalanya butuh proses dan belajar. Jika hal tersebut tetap terjadi maka investasi pun akan berjalan asal-asalan tanpa target dan tujuan jangka panjang.

Itulah beberapa hal yang perlu dihindari oleh para investor ketika melakukan investasi saham. Untuk memperoleh imbal hasil yang optimal, harus tetap logis dan terus belajar seputar dunia investasi saham.

Mengenal Fundamental Analisis Dalam Saham

Ketika melakukan investasi saham, perlu memahami analisis fundamental dan teknikal sehingga dapat meminimalisir risiko. Ini menjadi cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan.

Pada kesempatan kali ini akan dibahas lebih fokus pada analisis fundamental saham. Bagi para investor, penting untuk mengenal fundamental analisis dalam saham sehingga dapat menentukan saham yang memberikan potensi keuntungan.

Pengertian Analisis Fundamental

Untuk para pemula, mungkin belum begitu mengetahui apa itu analisis fundamental. Analisis fundamental merupakan metode untuk mengukur dan mengetahui keamanan nilai saham yang menjadi salah satu faktor keuntungan. Dalam analisis fundamental indikator yang digunakan yaitu Price to Earning Ratio (P/E), Return to Equity (ROE), dan lain sebagainya.

Adapun indikator penting lainnya dalam analisis fundamental yaitu bertolak ukur dengan data laporan finansial perusahaan. Dengan begitu investor dapat mempertimbangkan banyak sekali pengukuran mulai dari makro maupun mikro ekonomi. Sederhananya, analisis fundamental menggunakan indikator nilai ekonomi serta finansial dari sebuah perusahaan.

Cara Pendekatan dalam Analisis Fundamental Saham

Cara yang paling sering digunakan yaitu pendekatan Top Down Approach sehingga dapat mengetahui kondisi finansial suatu perusahaan. Pendekatan ini melibatkan kondisi fundamental dari perusahaan tersebut.

1.     Kondisi Makro Perusahaan

Kondisi makro perusahaan erat kaitannya dengan kebijakan pemerintah seperti suku bunga. Apabila suku bunga naik maka investor cenderung memilih bank sebagai tempat menyimpan uang, bukan saham.

Hal tersebut sangat mempengaruhi kelangsungan bisnis perusahaan. Jadi saat suku bunga rendah, banyak investor yang justru memilih saham untuk berinvestasi dan mendapatkan keuntungan.

2.     Kondisi Sektor Industri

Stabilitas harga saham sangat dipengaruhi oleh kondisi sektor industri yang sifatnya krusial. Jadi apabila terjadi suatu hal di sektor industri misalnya terjadi kenaikan harga, dengan begitu maka nilai saham pun menjadi naik.

Misalnya pada sektor pertambangan harga komoditasnya naik karena harga minyak dunia juga mengalami peningkatan di tahun 2007 lalu. Dengan begitu maka harga minyak dan tambang batubara juga ikut serta naik karena perolehan laba semakin besar.

Di tahun 2005 terjadi penurunan harga minyak dunia ke titik terendah. Dengan begitu maka akhirnya harga saham tambang ikut turun drastis.

3.     Fundamental Perusahaan

Kondisi fundamental berkaitan erat dengan manajemen atau internal perusahaan. Diketahui bahwa kondisi internal dan keuangan perusahaan yang stabil akan berpengaruh positif terhadap pergerakan saham perusahaan. Oleh karenanya, pastikan pekerjaan dikelola oleh pihak yang kompeten karena ini merupakan salah satu yang krusial.

Tips Untuk Memilih Saham Dengan Analisis Fundamental

Jika hendak memilih saham melalui analisis fundamental, maka harus berbaju dengan data publik perusahaan, misalnya suku bunga dan nilai obligasi.

Saat mengenal fundamental analisis dalam saham, maka akan lebih mudah untuk memilih saham yang tepat. Berikut merupakan tips yang dapat dilakukan dalam memilih saham dengan analisis fundamental.

  • Memastikan kinerja perusahaan mengalami peningkatan terus-menerus dengan cara memeriksa keuntungan yang didapatkan serta peningkatan harga saham perusahaan.
  • Saham perusahaan mempunyai kapitalisasi pasar yang nilainya minimal Rp500 miliar.
  • Perusahaan dipastikan mempunyai model bisnis yang terstruktur dan jelas.
  • Melakukan pengecekan rata-rata Price Earning Ratio (PER) tidak begitu berbeda.
  • Memastikan perusahaan tidak mempunyai beban utang yang besar lebih dari standar maksimum rasio Debt Equity Ratio (DER).

Demikianlah penjelasan mengenai analisis fundamental dalam saham yang perlu diketahui oleh para investor. Intinya, mengenal fundamental analisis dalam usaha merupakan hal yang penting untuk dipahami khususnya para investor pemula.

Dengan mengetahui analisis ini, maka dapat meminimalisir risiko kerugian karena dapat memeriksa beberapa indikator tertentu. Oleh karenanya, sebelum melakukan pembelian saham, pahami terlebih dahulu analisis fundamental dalam saham.

Cara Paling Tepat Memulai Investasi Saham

Saham adalah kata yang sangat nge-tren sejak beberapa tahun belakangan ini, dan baru-baru ini jadi semakin populer karena banyak juga generasi modern yang mulai tertarik untuk mencicipi investasi. Ditambah dengan banyaknya akun media social di berbagai platform yang membagikan tips dan trik serta cerita-cerita kesuksesan di dunia investasi dengan keuntungan super besar.

Itulah yang membuat khususnya generasi muda berbondong-bondong untuk bermain saham dengan harapan menjadi cepat kaya. Hanya dengan gadget dan bisa digunakan sambil bersantai, tentu menjadi sebuah “pekerjaan” yang sangat ideal bagi para milenial.

Aplikasi trading pun banyak tersedia di Playstore, bahkan banyaknya hampir bisa bersaing dengan aplikasi game. Akan tetapi, apakah itu semua cukup? Apa saja yang perlu dilakukan pada saat investasi?

Langkah-Langkah Memulai Investasi Saham

  • Pertama, kita boleh terburu-buru langsung terjun ke dunia investasi tanpa ada persiapan apapun. Bukan uang atau modal yang menjadi persiapan nomor satu, akan tetapi pengetahuan tentang investasi itu sendiri. Sudah sangat jelas, bukan? Jadi mulailah searching di Google, cari komunitas investor, kalau perlu join grup WhatsApp-nya. Kemudian banyak-banyaklah mengobrol secara langsung dengan investor yang sudah berpengalaman agar Anda tidak salah langkah
  • Kedua, Anda bisa mulai melakukan pendaftaran investasi saham secara online. Langkah awal, Anda perlu menyiapkan dokumen pribadi Anda seperti : ID card/ KTP/ Passport/ dsb, NPWP sebagai warga Negara taat pajak, cover buku tabungan, dan materai. Dengan itu Anda sudah mengamankan tepat untuk memulai perjalanan investasi Anda.
  • Ketiga, setelah Anda mempunyai akun, maka Anda akan bisa eksplor perusahaan-perusahaan yang ingin Anda beli sahamnya. Cobalah untuk melakukan penyaringan dengan detail supaya Anda tidak salah pilih.
  • Keempat, melengkapi formulir investasi untuk saham online. Prosedur dan langkahnya hampir sama seperti membuka rekening bank baru. Jangan sampai lupa untuk menyiapkan dokumen pribadi yang dibutuhkan agar prosesnya lancar.
  • Kelima, membuat Rekening Dana Investor. Anda juga perlu mengisi formulir untuk itu, dan ini adalah rekening dana pribadi Anda yang terpisah dari rekening efek perusahaan. Tunggu sampai proses pembuatan rekening selesai dan terkonfirmasi.
  • Keenam, setelah ID dan PIN ada di genggaman, carilah aplikasi trading yang kredibel dengan memanfaatkan ulasan dari para user sebelumnya. Bisa juga Anda menggunakan aplikasi dari penyedia jasa pembuat akun investasi saham Anda.
  • Ketujuh yaitu deposit awal dengan cara yang paling mudah adalah melakukan transfer dari rekening pribadi Anda ke rekening RDI yang telah dibuat. Deposit awal ini juga merupakan langkah pengaktifan rekening saham tersebut. Setelah Anda melakukan deposit, akan ada ID dan PIN untuk masuk ke saham online dan juga akan mendapat kartu KSEI.

Setelah melakukan langkah-langkah tersebut, Anda sudah bisa melakukan jual beli saham dengan hitungan 1 lot berisi 100 lembar saham. Anda juga bisa mengatur harga saham yang Anda dapatkan untuk disesuaikan dengan pasar modal. Pastikan transaksi selesai tepat waktu untuk menghindari denda yang cukup besar.

Perbedaan Saham Syariah dan Non-Syariah

Menjadi investor saham memang sedang trend dan banyak diminati karena bisa mendatangkan keuntungan besar, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Akan tetapi beberapa orang masih ragu untuk praktek jual beli saham karena terbentur keyakinan halal atau tidaknya hal tersebut.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, belakangan ini telah berkembang mengenai saham syariah. Sesuai namanya, saham syariah adalah suatu efek saham yang prinsipnya tidak berseberangan dengan prinsip-prinsip syariah dan tersedia di pasar modal.

Memahami Standar Saham Syariah

Untuk memahami lebih dalam, berikut ini adalah beberapa standar untuk saham syariah:

  1. Diwajibkan segala aktivitas yang ada di perusahaan tidak ada praktik yang melanggar prinsip Syariah. Hal ini menjadi krusial karena ini merupakan landasan utama. Jika tidak dijalankan maka sudah tidak bisa dianggap syariah lagi, dan akan ada konsekuensinya.
  2. Bisa melakukan hutang, namun dengan batas maksimal senilai 45% dari jumlah asset yang dimiliki. Ini bertujuan supaya tidak ada kerugian dalam jumlah besar. Apabila hutang dibatasi, maka bisa dipastikan akan ada aset tersisa yang masih bisa disirkulasikan jika dalam kondisi yang kurang menguntungkan.
  3. Dalam dunia investasi secara global, akan cukup sulit untuk menghindari pendapatan non-halal seacara maksimal 100%. Ada factor yang tidak bisa dihindari karena memang sudah ada di dalam sistemnya. Sedangkan tanpa mengikuti system, maka kita tak bisa masuk sama sekali. Sehingga diatur bahwa maksimal total pemasukan non halal adalah 10% dari pendapatan.
  4. Sudah dipastikan bahwa saham telah masuk di Daftar Efek Syariah (DES). Ini menunjukkan apakah efek syariah yang akan Anda beli sudah legal dan diakui atau belum. Sehingga tidak akan menimbulkan masalah lain ke depannya.

Kelebihan Investasi Saham Syariah

  1. CapitalGain : Margin dari harga jual dan harga beli
  2. Dividen : Asal dividen keuntungan tersebut asalnya dari keuntungan yang diperoleh perusahaan

Kekurangan dan Resiko Saham Syariah

  1. Capital Loss : Adanya resiko trader terpaksa menurunkan nilai jual saham
  2. Rentan Likuidasi : Perusahaan bangkrut atau dibubarkan lewat pengadilan
  3. Dihapus dari Bursa : Pencatatan Saham di Bursa yang dihapus oleh BEI
  4. Dihapus dari DES : Saham tak lagi terdaftar di Daftar Efek Syariah dan kembali jadi efek konvensional

Perbedaan Saham Syariah dan Non-Syariah

Berikut ini adalah perbedaan saham Syariah dan non-Syariah:

Syariah

  1. Investasi hanya dengan perusahaan yang menjalankan prinsip Syariah ketat
  2. Transaksi di dalamnya menggunakan system yang Syariah
  3. Menggunakan prinsip jual beli, bagi hasil, dan juga sewa yang terhindar riba
  4. Tidak hanya berpandangan keduniaan saja, tetapi juga akherat
  5. Jenis hubungan dengan nasabah adalah kemitraan
  6. Dewan Pengawas Syariah untuk memastikan prinsip syariah berjalan

Non-Syariah

  1. Investasi dengan semua jenis perusahaan dan semua jenis kegiatan
  2. Transaksi secara konvensional
  3. Ada penerapan suku bunga
  4. Pandangan keuntungan secara umum
  5. Jenis hubungan antara kreditur dan debitur
  6. Pengawas Syariah tidak ada

Mengapa Harus Investasi Saham Sedini Mungkin?

Bisa mandiri financial adalah impian semua orang, di mana kita bisa hidup dengan baik dan tenang tanpa adanya tanggungan hutang. Terlebih lagi jika kita bisa mendapatkan hal tersebut pada usia muda. Tentu saja kita akan bisa melakukan banyak hal dan juga membahagiakan orang tercinta sejak dini.

Di era modern ini, generasi Z sudah banyak mencari informasi tentang bagaimana caranya bisa mendapatkan penghasilan yang cukup, atau bahkan lebih dengan usaha yang tidak terlalu berat. Perkembangan teknologi saat ini tentu saja bisa mendukung semua keinginan itu, Dengan adanya smartphone, kita bisa membuka usaha online seperti berjualan berbagai hal, tidak terkecuali melakukan investasi saham.

Primadona Generasi Modern

Investasi saham kini menjadi primadona di kalangan anak muda kekinian yang tetap ingin nge-hits sesuai perkembangan zaman dan pergaulan, tetapi juga memiliki idealisme di mana mereka punya keinginan untuk menghasilkan uang sendiri. Mereka bilang ini tentang kepuasan dan pembuktian. Lalu kenapa perlu melakukan investasi saham sedini mungkin?

Memang setiap usaha tidak selalu berbuah manis. Meskipun banyak bukti dan kisah kesuksesan seorang trader yang memperoleh keuntungan sangat besar dari investasi yang mereka jalankan, akan tetapi tidak sedikit juga yang gagal dan malah mengalami kebangkrutan karena terjerat hutang.

Mulai Sejak Dini

Melihat resiko yang ada, maka akan sangat bijaksana jika kita mulai menekuni saham sejak dini. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah belajar dan riset mengenai saham-saham perusahaan. Banyak mencari informasi tentang situasi dan kondisi keuangan perusahaan untuk menghindari membeli saham perusahaan yang rugi. Rajin  mengikuti berita secara global agar kita tahu kondisi dunia secara global yang dapat mempengaruhi nilai saham.

Di masa muda, sebenarnya kita memiliki banyak waktu yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan income dari investasi saham. Apabila kita memulainya sejak dini, akan banyak waktu bagi kita kedepannya melihat dan mempertimbangkan kemungkinan di masa depan. Masa muda juga didukung dengan energi yang meluap-luap untuk mendukung pencarian info dan pengetahuan. Bahkan ketika menghadapi resiko pun kita masih memiliki lebih banyak energy untuk menghadapinya

Keuntungan Melek Saham Sejak Dini

Keuntungan lainnya adalah, ketika kita sudah paham ilmu investasi sejak dini akan membentuk mental dan perilaku investasi yang lebih dewasa. Penuh pertimbangan dan tidak terlalu terburu-buru saat pengambilan keputusan yang akan mengantarkan kepada kerugian besar. Lalu seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman investasi yang dipupuk sejak muda akan mengantarkan Anda ke masa tua yang makmur.

Tidak ada salahnya untuk mulai terjun ke dunia investasi saham sejak dini. Namun pastikan bahwa Anda well educated, berani mengambil resiko di awal karir, mau mengambil pelajaran dari kegagalan sebelumnya; yang paling penting banyak mencari informasi dan juga berbincang dengan orang yang sudah berpengalaman di dunia investasi.

5 Tips Investasi Saham di Masa Krisis

Siapa yang tidak kenal sosok Lo Kheng Hong yang dikenal sebagai Warren Buffet Indonesia. Beliau telah menjadi inspirasi bagi banyak pelaku investasi saham di pasar modal. Beliau adalah orang besar di dunia saham yang tak pernah segan untuk memberikan pelajaran dan kiat sukses saat menjalankan investasi. Kita diberi pesan supaya berinvestasi pada hal yang kita pahami.

Berikut ini adalah beberapa tips sukses berinvestasi yang dibagikan oleh Lo Kheng Hong :

1.    Mencari informasi mengenai situasi keuangan dari saham yang diinginkan

Inilah tips pertama dari beliau, yaitu mencari tahu secara detail tentang laporan situasi keuangan. Beliau berpendapat bahwa mengetahui laporan keuangan saham adalah hal yang wajib untuk dipelajari oleh para trader dan investor. Itulah yang akan menentukan pemilihan emiten saham. Membaca laporan keuangan akan membuat pelaku investasi saham mengetahui jumlah modal, laba dari penjualan, pelunasan hutang yang lancar atau tidak.

2.    Hasil terbaik membutuhkan kesabaran tinggi

Lo Kheng Hong menasehati kita supaya bisa bersabar saat berinvestasi dan mengingatkan kita akan hal dasar, bahwa tidak ada hal yang bisa berhasil dengan instan. Beliau bahkan telah membuktikannya sendiri selama karir investasinya. Beliau menambahkan bahwa ketidaksabaran itu bisa menjadi serangan fatal yang bisa merugikan langkah investasi Anda. Maka berhati-hatilah dalam mengambil keputusan.

3.    Pastikan membeli saham dengan bidang usaha yang baik

Tips selanjutnya adalah dengan memperhatikan dan mempertimbangkan seperti apakah bidang usaha yang baik. Menurut beliau, bidang usaha yang baik adalah yang tidak banyak terpengaruh oleh gejolak ekonomi yang banyak terjadi. Langkah selanjutnya adalah memilih perusahaan berdasar Price to Book Value yang kecil namun memiliki asset yang banyak dan hutang minim.

4.    Carilah perusahaan dalam keuntungan

Tips selanjutnya, beliau menyarankan supaya kita memilih saham sebuah perusahaan yang selalu mendapatkan keuntungan. Beliau bahkan sangat menghindari membeli saham yang sejak dimulai sudah mendapat kerugian. Dengan begitu Anda bisa membeli saham yang akan mengalirkan uang terus menerus dan bisa mendapat kesejahteraan dengan waktu yang tidak terlalu lama.

5.    Presiden perusahaan memiliki history yang baik

Hal yang sama pentingnya menurut beliau adalah melakukan riset tentang reputasi pimpinan suatu perusahaan yang akan Anda beli sahamnya. Bahkan cari tahu juga rekam jejak bawahannya seperti General Manager dan lain-lain. Kita harus yakin bahwa jabatan tersebut diisi oleh orang yang bereputasi baik, memiliki integritas, dan yang terpenting jujur. Kita banyak melihat ketika pimpinan perusahaan mendapat masalah, maka akan mempengaruhi nilai sahamnya juga.

Seperti itulah tips serta nasehat mengenai investasi yang diberikan oleh senior investasi Indonesia, Lo Kheng Hong yang telah berkarir selama setidaknya 32 tahun. Teruslah belajar dan banyak mencari informasi sebelum berinvestasi. Kita melakukan investasi dengan tujuan mendapatkan keuntungan dan kesejahteraan. Tentu kita harus menghindari terpeleset karena ketidaktahuan dan kurangnya informasi. Semoga saat berinvestasi, Anda akan lebih bijak dan berhati-hati setelah membaca tips di atas.

Kelebihan Upgrade Zoom Pro dan Premium

Di masa pandemi, semua orang diharuskan melakukan segala aktivitas dari dalam rumah hingga diterbitkannya aturan untuk menutup jalan masuk menuju kawasan pemukiman dan membatasi jumlah orang masuk serta diwajibkan mengikuti protokol kesehatan demi menekan persebaran virus. Hal tersebut secara tidak langsung menciptakan kebiasaan baru yaitu melakukan segalanya sesuatu dari rumah, mulai dari belajar, bekerja, rapat, hingga berbelanja yang tidak perlu keluar dari rumah.

Dengan adanya kebiasaan tersebut, banyak inovasi yang diciptakan, terutama hal – hal yang berkaitan dengan media, sistem atau cara kerja, dan cara pemenuhan kebutuhan pokok yang di titik beratkan ke aktivitas yang serba online dengan jaringan internet.

Aturan yang berlaku di masa pandemi tersebut mengharuskan kegiatan belajar mengajar dan bekerja dilakukan dari rumah. Solusi untuk melakukan hal tersebut yaitu dengan cara memanfaatkan software atau aplikasi yang dapat menghubungkan banyak orang dalam satu waktu meskipun berada di rumah masing – masing.

Salah satu platform software atau aplikasi yang paling populer untuk melakukan segala kegiatan mulai dari belajar, bekerja, rapat atau meeting, diskusi, atau hanya sekedar bersosialisasi dengan orang lain yaitu Zoom. Software atau aplikasi Zoom menjadi sangat bermanfaat bagi banyak orang di masa pandemi dengan segala aturan yang mengharuskan semua orang melakukan kegiatan dari rumah saja.

Apa itu Zoom?

Secara umum, aplikasi Zoom adalah platform layanan video konferensi jarak jauh yang menghubungkan komunikasi tatap muka antar pengguna secara daring atau online dalam satu channel yang sama. Dalam Zoom, pengguna dapat memanfaatkan fitur – fitur yang ada untuk melakukan rapat atau meeting, webinar, kelas belajar mengajar, diskusi, mengobrol, dan sebagainya dengan konsep tatap muka secara online. Dengan fitur dan fungsi tersebut, Zoom menjadi alternatif terbaik bagi mereka yang bekerja atau belajar dari rumah saat pandemi.

Kelebihan Zoom Pro dan Premium

Saat pengguna mendaftarkan diri untuk memiliki akun Zoom, pengguna akan memiliki akun basic atau akun gratis yang memiliki fitur utama basic. Untuk dapat menikmati fitur yang lebih menguntungkan, pengguna bisa melakukan upgrade zoom pro yang memiliki beberapa kelebihan, diantaranya:

1.    Jumlah peserta meeting

Dengan menggunakan akun Zoom pro atau premium, pengguna dapat melakukan meeting dalam ruang obrolan atau channel hingga 500 sampai 1000 peserta, jika dibandingkan akun gratis yang hanya dapat mengundang maksimal 100 peserta.

2.    Durasi meeting

Fitur utama akun basic memberikan kesempatan bagi pengguna melakukan meeting dalam sebuah grup dengan durasi maksimal 40 menit dalam satu sesi. Sedangkan, jika pengguna mengupgrade ke akun Pro atau Premium, pengguna memiliki kesempatan untuk melakukan pertemuan, rapat, atau diskusi dalam satu ruang obrolan dengan tidak terbatas waktu. Pengguna dapat melakukan pertemuan virtual dengan durasi hingga 24 jam.

3.    Integrasi streaming ke media sosial lain

Pengguna yang memiliki akun pro atau premium memungkinkan untuk menyambungkan video konferensi ke live streaming di media sosial lain seperti Facebook, YouTube, dan sebagainya. fitur ini membuat pengguna bisa melibatkan lebih banyak orang tanpa harus join ke dalam room atau channel dalam Zoom.

4.    Perekaman

Kelebihan yang akan didapat oleh pengguna saat upgrade zoom premium berikutnya yaitu adanya fitur perekaman meeting. Hal ini tentu memberi keuntungan saat mengadakan rapat atau kelas namun ada peserta yang berhalangan hadir sehingga peserta yang tidak menghadiri pertemuan dalam Zoom meeting tetap mendapatkan informasi yang dibutuhkan saat diadakannya pertemuan, rapat, atau kelas dengan adanya fitur perekaman.

5.    Co-Host dan Alternatif Host

Saat mengadakan sebuah pertemuan, rapat, atau kelas dengan jumlah peserta yang banyak, adanya fitur Co-Host dan alternatif host dapat membantu memudahkan kerja Host dalam mengatur peserta dalam ruang obrolan dengan membagi tugas antara keduanya. Fitur ini hanya dapat digunakan oleh pengguna dengan akun pro atau premium.

Dengan fitur dan kelebihan yang diperoleh saat pengguna mengupgrade akun Zoom Pro dan Premium, pengguna akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak dan memudahkan pengguna saat mengadakan pertemuan, rapat, ataupun kelas dalam Zoom.

Alasan Harus Mulai Berinvestasi Saham Sejak Dini

Usia muda yang masih dalam fase produktif memang diidentikkan dengan berbagai hal baru yang cukup menantang. Hal tersebut lumrah saja sebab setelah seseorang berada di usia tersebut maka dikatakan memiliki otoritas sendiri dalam menentukan banyak hal mengenai dirinya sendiri. Terlebih di usia tersebut kebanyakan sudah mempunyai penghasilan sendiri.

Tantangan terbesar yang sering kali ditemui oleh usia muda yakni mengenai bagaimana cara mengatur finansial antara pendapatan, pengeluaran dan saving jangka panjang. Sering kali justru karena terlalu larut dalam mencoba berbagai hal baru justru membuat mereka lupa menabung. Namun saat ini pembicaraan tentang pentingnya mengelola uang dengan baik saat usia muda kian menjadi perhatian.

Fokus tersebut dapat menarik rasa semangat anak muda untuk mulai melakukan investasi daripada menghabiskan uangnya untuk memenuhi gaya hidupnya. Sebaiknya memang mulai memikirkan masa depan dengan perencanaan finansial yang matang.

Apa Perbedaan Investasi dengan Saving?

Sebelum lanjut, maka sebaiknya Anda harus memahami terlebih dahulu mengenai perbedaan antara investasi dengan saving atau menabung. Bukan berarti Anda sudah berhasil menyisihkan sebagai uang Anda untuk saving maka persoalan masa depan menjadi tenang. Sebab selain saving, Anda pun perlu untuk menyisihkan uang guna investasi.

Saving sendiri merupakan proses penyimpanan uang dengan tujuan tertentu yang dicapai dalam jangka pendek dan pencairannya dapat dilakukan kapan saja sesuai keinginan. Anda dapat menggunakan uang tabungan tersebut untuk menunjang berbagai kebutuhan. Menabung uang di bank biasanya paling banyak dilakukan untuk mengamankan uang dengan resiko rendah.

Investasi jelas berbeda dengan saving tersebut, karena investasi bukan sekedar menyimpan uang namun juga berpotensi memperoleh pengembangan aset. Karena cenderung memperoleh keuntungan lebih maka sudah pasti terdapat resiko di dalamnya. Hal inilah yang kemudian memunculkan istilah high risk high return.

Namun sebenarnya Anda tidak perlu khawatir karena terdapat berbagai jenis investasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Asalkan Anda melakukannya dengan sangat hati-hati dan direncanakan secara matang maka keuntungan dapat terus mengalir. Salah satunya dengan investasi penanaman saham tertentu.

Memang banyak jenis investasi lainnya selain saham seperti emas, valas, deposito, dan properti. Namun dari sekian banyak jenisnya tersebut, saham menjadi yang cukup populer di Indonesia bahkan banyak orang yang lebih tertarik berinvestasi dengan cara ini.

Sebab saham sendiri memiliki harga yang lebih terjangkau, mudah untuk dilakukan dan sifatnya lebih fleksibel. Sehingga Anda bisa mendapatkan profit secara maksimal apabila Anda memiliki kemampuan analisa pasar yang baik dan memilih jenis saham yang tepat untuk Anda.

Meskipun di usia yang masih muda mungkin saja Anda hanya memiliki modal yang relatif kecil. Namun apabila dimulai dari usia yang masih muda maka potensi untuk mencapai keuntungan yang besar justru lebih besar. Anda akan merasakan banyak manfaatnya justru ketika usia Anda nantinya sudah lanjut.

Anda seolah-olah sedang membiarkan uang Anda yang bekerja untuk Anda, bukan Anda yang bekerja untuk uang. Anda hanya perlu mempelajari trend saham untuk memilih kapan waktu yang tepat untuk melakukan jual beli saham.

Lebih lanjut, mengapa sih usia muda lebih baik mencoba untuk memulai berinvestasi dengan saham? Seberapa perlunya? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Return Relatif Lebih Tinggi Daripada Jenis Investasi Lain

Apabila Anda melakukan investasi dengan membeli saham maka sudah dipastikan Anda akan mendapatkan return yang hasilnya relatif lebih tinggi daripada jenis investasi lain. Apabila trend market saham sedang baik maka besar kemungkinan bahwa Anda akan memperoleh keuntungan mencapai 20% hingga 30% atau bahkan lebih dalam jangka satu tahun.

Sangat menggiurkan bukan return yang bisa didapatkan? Presentase tersebut jelas jauh lebih tinggi daripada investasi emas ataupun properti. Dimana potensi mengalami kenaikannya hanya berkisar di angka 10% hingga 15% dalam satu tahun. Namun tetap saja semua tergantung dari bagaimana Anda mampu melihat trend market yang sedang berkembang ketika Anda melakukan transaksi jual beli saham.

Investasi Saham Meningkatkan Profit

Apabila Anda mulai melakukan investasi saham sejak usia yang masih terbilang muda maka profit yang bisa didapatkan pun akan semakin besar jika memilih jenis saham yang paling tepat.

Untuk investasi saham bisa dilakukan melalui broken saham yang sudah legal dan terpercaya. Untuk melakukan deposit ke akun broker, jika broker Indonesia maka dengan bank lokal, jika broker luar negeri maka bisa dengan Paypal, Payoneer, dan sebagainya. Jika Anda belum memiliki akun Paypal, maka Anda juga bisa memakai jasa isi saldo paypal untuk pengisian saldo di akun broker Anda.

Dimana dalam saham sendiri terdapat dua jenis profit yang bisa didapatkan yakni dividen dan capital gain.

Dividen sendiri merupakan keuntungan yang bisa didapatkan dari nilai harga yang sudah ditentukan pada surat saham yang Anda miliki. Sehingga nilai kentungannya memang sudah jelas tertera di dalamnya. Sementara untuk capital gain sendiri merupakan keuntungan yang diperoleh berdasarkan selisih dari harga beli dan harga jual saham yang Anda miliki tersebut.

Mudah Untuk Dilakukan Transaksi dan Sifatnya Likuid

Apabila Anda benar-benar ingin melakukan investasi saham maka langkah pertama yang bisa dilakukan adalah dengan membuka rekening pada perusahaan sekuritas. Jika sudah, maka Anda dapat melakukan transaksi baik jual ataupun beli saham menggunakan aplikasi yang sudah tersedia. Mudah bukan caranya?

Tidak hanya itu saja, saham pun memiliki sifat yang likuid. Maksudnya di sini yaitu jika Anda membutuhkan dana secara tiba-tiba, maka Anda dapat langsung menjual saham tersebut dan langsung mencairkannya ke rekening tabungan Anda. Estimasinya yakni sekitar 3 hingga 4 hari maka yang dari penjualan saham tersebut dapat langsung cair ke rekening tabungan Anda.

Dapat Digunakan Sebagai Tabungan Jangan Panjang Demi Masa Depan

Apabila Anda mulai melakukan investasi saham saat usia Anda masih muda maka Anda tidak perlu mengkhawatirkan masa depan Anda. Sebab setidaknya Anda sudah memiliki tabungan untuk jangka panjang dalam bentuk saham yang sudah dibeli sejak usia Anda masih muda. Apabila Anda membutuhkan uang tersebut maka Anda dapat langsung menjual saham tersebut untuk mencairkan uangnya.

Hal ini sering kali disebut dengan menabung uang di saham. Dimana peningkatan harga saham memiliki kecenderungan lebih tinggi, bahkan mampu bersaing dengan laju inflasi tiap tahunnya. Sehingga tidak ada salahnya jika Anda menyisihkan uang Anda untuk saham karena dapat memberikan potensi return yang tinggi.

Hasil yang Diperoleh Bisa Dijadikan Passive Income

Melakukan investasi saham sejak usia yang mudah maka Anda bisa memperoleh passive income yang didapatkan dari hasil investasi tersebut. Apabila Anda sudah pensiun suatu hari nanti maka Anda bisa tetap memiliki penghasilan, terlebih jika hasil dari investasi saham tersebut semakin berkembang.

Setidaknya Anda sudah dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari melalui hasil investasi saham tersebut. Katakanlah Anda memang sedang memulai mempersiapkan dana untuk pensiun nantinya dengan cara investasi saham sejak usia muda. Sehingga Anda boleh dikategorikan sudah mulai memiliki perencanaan masa depan yang matang jauh sebelum Anda masuk ke usia pensiun.

Demikian artikel mengenai alasan mengapa Anda sudah harus mulai investasi saham di usia yang masih muda. Semoga bermanfaat untuk Anda.

4 Tips Manajemen Keuangan Rumah Tangga

Apabila berbicara persoalan rumah tangga tentu saja erat kaitannya dengan tata kelola keuangan di dalamnya. Meskipun terlihat sederhana, namun sebenarnya penerapan manajemen keuangan dalam rumah tangga boleh dibilang susah-susah gampang. Sehingga Anda membutuhkan cara jitu tersendiri agar manajemen tersebut dapat berjalan secara maksimal.

Terlebih cukup banyak faktor yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan rumah tangga. Misalnya kebutuhan pokok yang harus dipenuhi hingga kebutuhan yang bersifat tambahan dan hiburan. Sebab mengatur keuangan tersebut bukan menjadi tanggung jawab perseorangan saja, namun baik suami ataupun istri harus sama-sama memiliki peran penting di dalamnya.

Lebih lanjut, terdapat beberapa tips dalam menerapkan manajemen keuangan rumah tangga yang bisa Anda lakukan. Penasaran kan? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Menghitung Jumlah Pengeluaran dan Pemasukan

Agar manajemen keuangan rumah tangga berjalan secara efektif, maka Anda harus menghitung seluruh pendapatan dalam satu bulan. Katakanlah suami dan istri sama-sama bekerja maka seluruh pendapatan keduanya dihitung, termasuk di dalamnya insentif yang diterima. Tidak hanya itu saja loh, namun jika ada pemasukan dari hasil investasi pun tetap masuk dalam hitungan.

Agar Anda mengetahui seberapa banyak uang yang dibutuhkan untuk masing-masing kebutuhan maka Anda perlu melakukan penghitungan rasio pengeluaran. Rasio yang dimaksud dapat berupa pembukuan yang mencatat pemasukan dan pengeluaran. Anda juga harus memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya pokok atau primer terlebih dahulu.

Nah, secara lebih lanjut, terdapat beberapa tips pengaturan presentase manajemen keuangan rumah tangga yang akan dibagikan berikut ini.

  1. Penggunaan Kebutuhan Primer 30%

Sebaiknya Anda mengalokasikan penghasilan total Anda sebesar 30% untuk digunakan dalam mencukup kebutuhan sehari-hari. Misalnya untuk biaya makan, biaya tagihan air dan listrik, belanja bulanan, dan lain-lain yang sifatnya pokok.

  1. Pembayaran Cicilan 30%

Anggarkan biaya untuk membayar cicilan maksimal sebesar 30% dari total penghasilan, jangan sampai melebihi batas presentase tersebut. Sebab angka tersebut sudah menjadi tolak ukur untuk keuangan rumah tangga yang sehat.

Katakanlah pendapatan total Anda per bulan 10 juta rupiah maka untuk membayar cicilan maksimal sebesar 3 juta rupiah. Anda dapat memprioritaskan untuk membeli rumah daripada membayar cicilan yang sifatnya non primer.

  1. Dana Tabungan 10%

Usahakan Anda selalu menyisihkan sebesar 10% total pendapatan untuk dialokasikan ke tabungan. Uang ini nantinya dapat digunakan jika suatu saat membutuhkan kebutuhan-kebutuhan tersier. Bisa juga nantinya digunakan untuk menikmati liburan bersama keluarga nantinya.

  1. Investasi dan Dana Darurat 15%

Anda dapat menyisihkan pendapatan total sebesar 15% untuk digunakan sebagai dana darurat sekaligus investasi. Namun sebenarnya Anda bisa menyesuaikan dana ini dengan menambah dananya, misalnya mengambil dari dana tabungan.

Semakin baik apabila Anda bisa menggenjot dana ini, sebab dana ini diusahakan untuk tidak tersentuh sama sekali demi menunjang masa depan dan berbagai hal yang tidak terduga nantinya.

  1. Dana Sosial 10%

Yang dimaksud dengan dana sosial di sini dapat mencakup uang arisan, sedekah, iuran RT, dan berbagai hal lain yang berhubungan dengan kebutuhan sosial. Idealnya Anda mengalokasikan pendapatan total Anda sebesar 10% untuk digunakan berbagai hal tersebut.

  1. Lifestyle 5%

Boleh saja jika Anda ingin bersenang-senang, namun ingat jangan kelewat batas karena sebaiknya Anda hanya menganggarkan sebesar 5% saja dari total penghasilan. Misalnya Anda dapat menggunakan dana ini untuk nonton film atau berbagai hal lainnya.

  1. Keterbukaan Keuangan Diantara Suami Istri

Hal paling penting agar keuangan rumah tangga dapat berjalan dengan sehat adalah dengan saling terbuka antar suami dan istri. Baiknya Anda benar-benar membicarakan dengan pasangan terkait gaji bulanan, kepemilikan tabungan dan aset, sekaligus hutang yang masih membebani. Dengan adanya keterbukaan tersebut maka suami dan istri bisa lebih cermat dalam merencanakan dan mengatur segala hal terkait keuangan rumah tangga.

  1. Mengurangi Penggunaan Kartu Kredit

Kartu kredit memang sudah menjadi momok yang cukup banyak memakan korban yang mengakibatkan penumpukan hutang. Bahkan keberadaan kartu kredit membuat Anda sulit mengontrol penggunaannya yang justru dapat memicu berbagai permasalahan keuangan rumah tangga. Sebaiknya Anda hindari menggunakan kartu kredit jika tidak dalam kondisi yang benar-benar darurat. Atau bahkan Anda bisa memilih untuk tidak menggunakan kartu kredit sama sekali agar tidak ketergantungan.

  1. Evaluasi Pengeluaran Keuangan Rumah Tangga Secara Berkala

Pastikan bahwa Anda secara berkala melakukan evaluasi terhadap pengeluaran keuangan rumah tangga tiap bulannya. Sebab bisa diperkirakan bahwa mungkin terdapat kebutuhan dadakan yang tidak terhindarkan, sehingga penyesuaian pengeluaran memang sudah selayaknya dilakukan.

Dengan pengaturan manajemen keuangan rumah tangga yang cermat maka dapat membuat hubungan keluarga pun menjadi semakin harmonis. Anda juga terhindarkan dari berbagai permasalahan seperti terlilit hutang, tidak sanggup membayar cicilan, gaya hidup terlalu hedonism, dan lain-lain yang sifatnya merugikan kondisi keuangan.