6 Alasan Mengapa Memilih Investasi Dana Syariah

Spread the love

Investasi merupakan salah satu instrumen paling bijaksana yang diterapkan oleh mayoritas masyarakat untuk menunjang masa depan mereka. Dalam Islam sendiri, investasi menjadi suatu hal sangat dianjurkan namun sebagai umat Muslim tentu harus pintar-pintar dalam memilih produk-produk terkait investasi.

Sebab tidak semua produk investasi halal dan sesuai dengan syariat Islam, atau biasanya mengedepankan adanya riba. Sebagai alternatif, maka umat Islam sebaiknya pilih jenis investasi yang halal dan aman dengan menggunakan dana syariah.

Pada dasarnya konsep investasi syariah dan konvensional hampir serupa, perbedaannya pengelolaannya sangat mengedepankan prinsip-prinsip syariah. Sehingga Anda pun merasa nyaman karena tidak ada investasi kotor, sebab pengelolaannya sudah terjamin aman dan halal.

Alasan Memilih Investasi Syariah Ketimbang Konvensional

Nah, lebih lanjut mengapa sih Anda harus memilih investasi syariah daripada konvensional? Memang apa saja keuntungannya? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

  • Berada Di Bawah Pengawasan OJK dan DPS

Produk investasi syariah ini sudah langsung diawasi oleh dua lembaga yakni OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan DPS (Dewan Pengawas Syariah). OJK sendiri mengawasi jalannya segala bentuk transaksi dan layanan keuangan di dalamnya. Sekaligus DPS melakukan pemantauan sesuai dengan prinsip syariah apakah sudah sesuai, bagaimana unsur kehalalannya, dan sebagainya.

Jika Anda ingin lebih memahami lagi, maka dapat langsung mengunjungi website OJK. Di sana Anda dapat menemukan berbagai produk-produk investasi yang bisa disesuaikan dengan kenyamanan dan kebutuhan Anda.

  • Dijamin Halal dan Sesuai dengan Syariat Islam

Apabila Anda melakukan investasi syariah maka segala bentuk perputaran uangnya dilakukan secara halal. Perputaran uang tersebut dilakukan dengan memegang teguh berbagai cara dan syarat sesuai dengan hukum dan ketentuan Islam. Bahkan hal ini dilakukan dari awal hingga akhir prosesnya.

Prosesnya sendiri diawali dengan adanya akad atau perjanjian antara pihak bank dengan investor. Terdapat pembahasan di dalamnya sekaligus mengusahakan bahwa semua prosesnya jauh dari hal-hal yang diharamkan dalam Islam.

Apabila nanti ditemukan bahwa manajemen melakukan transaksi yang sifatnya tidak syariah namun seharusnya syariah, maka terdapat cleansing. Cleansing merupakan kegiatan amal yang didasarkan dari pembersihan dana yang sudah diinvestasikan tersebut. Kegiatan ini dilakukan atas sepengetahuan manajemen investasi sekaligus pemilik modal tanpa adanya batasan informasi.

  • Terbuka Untuk Berbagai Investor

Meskipun masuknya adalah syariah dan sesuai dengan syariat agama Islam namun bukan berarti nasabahnya hanya diperbolehkan untuk orang-orang Islam saja. Namun terbuka untuk siapa pun yang ingin memilih investasi dengan cara yang paling tepat untuk menjadi investor. Sistem yang diterapkan memang berbeda namun benefitnya tetap berlaku untuk siapa saja.

Apabila Anda memang merasa bahwa produk investasi syariah paling tepat untuk Anda, maka langsung saja alokasikan dana ke dalam instrumen tersebut. Untuk investasi syariah sendiri juga terdapat dalam bentuk pendapatan tetap, pasar uang, saham, ataupun campuran.

  • Keuntungan yang Dapat Berjalan Dalam Jangka Panjang

DES atau Daftar Efek Syariah mengharuskan perusahaan investasi yang berada di bawah naungannya untuk mempunyai jumlah utang lebih kecil daripada jumlah aset yang dimilikinya. Sehingga investasi secara syariah bisa dikatakan lebih berisiko kecil daripada konvensional. Karena risikonya kecil tersebut maka sangat layak disebut bisa menjamin keuntungan untuk jangka panjang.

  • Prospek Market Capitalization yang Lebih Baik

Market Capitalization merupakan potensi efek untuk meningkatkan capital atau nilai jual dan pengembalian dana hasil investasi. Karena banyaknya jenis-jenis instrumen investasi syariah, maka pihak manajemen dapat leluasa untuk menempatkan dana investasi tersebut. Baik penempatan itu untuk jangka pendek ataupun jangka panjang. Hal tersebut dapat memberikan peluang untuk pengembalian dana hasil investasi menjadi lebih besar daripada investasi secara umum.

Selain memberikan pengaruh terhadap market capitalization, beragam instrumen di dalamnya dapat berakibat positif terhadap kinerja pada bursa efek. Investasi syariah memiliki nilai pertumbuhan serta laba yang jauh lebih stabil. Sehingga membuatnya dapat disebut sebagai investor dengan profil yang moderat.

  • Keseimbangan Hak Investor dan Pihak Manajemen

Investasi syariah menerpakan prinsip kolektivisme untuk persoalan pembagian untung dan ruginya. Ketika mengalami keuntungan maka investor dan pihak manajemen mendapatkan persentase yang didasarkan pada rasa suka rela antara satu dengan lainnya.

Namun hal tersebut juga berlaku ketika terdapat kerugian, maka keduanya sama-sama memiliki tanggung jawab yang sama terhadap kerugian tersebut. Pihak manajemen diharuskan untuk mampu melakukan pengelolaan instrumen investasi agar hasil yang didapatkan kembali mengalami keuntungan. Sementara untuk pihak investor diharapkan dapat bersabar untuk menunggu proses yang dilakukan pihak manajemen.

Investasi syariah memang produk non konvensional namun siapa saja tanpa melihat latar belakangnya dapat melakukan investasi secara bebas. Bahkan Anda bisa menggunakan modal yang kecil namun jaminan keuntungan untuk jangka panjangnya cukup menggiurkan. Hitung-hitung Anda sedang menabung untuk masa depan Anda loh. Jadi tidak perlu ragu lagi untuk menginvestasikan dana Anda secara syariah.