4 Tips Manajemen Keuangan Rumah Tangga

Spread the love

Apabila berbicara persoalan rumah tangga tentu saja erat kaitannya dengan tata kelola keuangan di dalamnya. Meskipun terlihat sederhana, namun sebenarnya penerapan manajemen keuangan dalam rumah tangga boleh dibilang susah-susah gampang. Sehingga Anda membutuhkan cara jitu tersendiri agar manajemen tersebut dapat berjalan secara maksimal.

Terlebih cukup banyak faktor yang dapat mempengaruhi kondisi keuangan rumah tangga. Misalnya kebutuhan pokok yang harus dipenuhi hingga kebutuhan yang bersifat tambahan dan hiburan. Sebab mengatur keuangan tersebut bukan menjadi tanggung jawab perseorangan saja, namun baik suami ataupun istri harus sama-sama memiliki peran penting di dalamnya.

Lebih lanjut, terdapat beberapa tips dalam menerapkan manajemen keuangan rumah tangga yang bisa Anda lakukan. Penasaran kan? Yuk simak penjelasannya berikut ini.

Menghitung Jumlah Pengeluaran dan Pemasukan

Agar manajemen keuangan rumah tangga berjalan secara efektif, maka Anda harus menghitung seluruh pendapatan dalam satu bulan. Katakanlah suami dan istri sama-sama bekerja maka seluruh pendapatan keduanya dihitung, termasuk di dalamnya insentif yang diterima. Tidak hanya itu saja loh, namun jika ada pemasukan dari hasil investasi pun tetap masuk dalam hitungan.

Agar Anda mengetahui seberapa banyak uang yang dibutuhkan untuk masing-masing kebutuhan maka Anda perlu melakukan penghitungan rasio pengeluaran. Rasio yang dimaksud dapat berupa pembukuan yang mencatat pemasukan dan pengeluaran. Anda juga harus memprioritaskan kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya pokok atau primer terlebih dahulu.

Nah, secara lebih lanjut, terdapat beberapa tips pengaturan presentase manajemen keuangan rumah tangga yang akan dibagikan berikut ini.

  1. Penggunaan Kebutuhan Primer 30%

Sebaiknya Anda mengalokasikan penghasilan total Anda sebesar 30% untuk digunakan dalam mencukup kebutuhan sehari-hari. Misalnya untuk biaya makan, biaya tagihan air dan listrik, belanja bulanan, dan lain-lain yang sifatnya pokok.

  1. Pembayaran Cicilan 30%

Anggarkan biaya untuk membayar cicilan maksimal sebesar 30% dari total penghasilan, jangan sampai melebihi batas presentase tersebut. Sebab angka tersebut sudah menjadi tolak ukur untuk keuangan rumah tangga yang sehat.

Katakanlah pendapatan total Anda per bulan 10 juta rupiah maka untuk membayar cicilan maksimal sebesar 3 juta rupiah. Anda dapat memprioritaskan untuk membeli rumah daripada membayar cicilan yang sifatnya non primer.

  1. Dana Tabungan 10%

Usahakan Anda selalu menyisihkan sebesar 10% total pendapatan untuk dialokasikan ke tabungan. Uang ini nantinya dapat digunakan jika suatu saat membutuhkan kebutuhan-kebutuhan tersier. Bisa juga nantinya digunakan untuk menikmati liburan bersama keluarga nantinya.

  1. Investasi dan Dana Darurat 15%

Anda dapat menyisihkan pendapatan total sebesar 15% untuk digunakan sebagai dana darurat sekaligus investasi. Namun sebenarnya Anda bisa menyesuaikan dana ini dengan menambah dananya, misalnya mengambil dari dana tabungan.

Semakin baik apabila Anda bisa menggenjot dana ini, sebab dana ini diusahakan untuk tidak tersentuh sama sekali demi menunjang masa depan dan berbagai hal yang tidak terduga nantinya.

  1. Dana Sosial 10%

Yang dimaksud dengan dana sosial di sini dapat mencakup uang arisan, sedekah, iuran RT, dan berbagai hal lain yang berhubungan dengan kebutuhan sosial. Idealnya Anda mengalokasikan pendapatan total Anda sebesar 10% untuk digunakan berbagai hal tersebut.

  1. Lifestyle 5%

Boleh saja jika Anda ingin bersenang-senang, namun ingat jangan kelewat batas karena sebaiknya Anda hanya menganggarkan sebesar 5% saja dari total penghasilan. Misalnya Anda dapat menggunakan dana ini untuk nonton film atau berbagai hal lainnya.

  1. Keterbukaan Keuangan Diantara Suami Istri

Hal paling penting agar keuangan rumah tangga dapat berjalan dengan sehat adalah dengan saling terbuka antar suami dan istri. Baiknya Anda benar-benar membicarakan dengan pasangan terkait gaji bulanan, kepemilikan tabungan dan aset, sekaligus hutang yang masih membebani. Dengan adanya keterbukaan tersebut maka suami dan istri bisa lebih cermat dalam merencanakan dan mengatur segala hal terkait keuangan rumah tangga.

  1. Mengurangi Penggunaan Kartu Kredit

Kartu kredit memang sudah menjadi momok yang cukup banyak memakan korban yang mengakibatkan penumpukan hutang. Bahkan keberadaan kartu kredit membuat Anda sulit mengontrol penggunaannya yang justru dapat memicu berbagai permasalahan keuangan rumah tangga. Sebaiknya Anda hindari menggunakan kartu kredit jika tidak dalam kondisi yang benar-benar darurat. Atau bahkan Anda bisa memilih untuk tidak menggunakan kartu kredit sama sekali agar tidak ketergantungan.

  1. Evaluasi Pengeluaran Keuangan Rumah Tangga Secara Berkala

Pastikan bahwa Anda secara berkala melakukan evaluasi terhadap pengeluaran keuangan rumah tangga tiap bulannya. Sebab bisa diperkirakan bahwa mungkin terdapat kebutuhan dadakan yang tidak terhindarkan, sehingga penyesuaian pengeluaran memang sudah selayaknya dilakukan.

Dengan pengaturan manajemen keuangan rumah tangga yang cermat maka dapat membuat hubungan keluarga pun menjadi semakin harmonis. Anda juga terhindarkan dari berbagai permasalahan seperti terlilit hutang, tidak sanggup membayar cicilan, gaya hidup terlalu hedonism, dan lain-lain yang sifatnya merugikan kondisi keuangan.