6 Prinsip Investasi Jangka Panjang Agar Menguntungkan

Banyak orang yang mendambakan memiliki kondisi finansial aman untuk masa depan mereka. Jika tujuan Anda adalah hal tersebut, maka cobalah untuk mempertimbangkan jenis investasi untuk jangka panjang. Mungkin masih banyak dari Anda yang cukup bingung bagaimana cara melakukan investasi secara tepat.

Apa Itu Sebenarnya Investasi?

Sebelum menjelaskan lebih lanjut, simak dulu penjelasan mengenai investasi itu sendiri. Dimana investasi sebenarnya sudah ada sejak jaman dahulu kala dimana konsep mulanya adalah menggandakan aset yang dimiliki.

Melalui investasi maka Anda dapat menyimpan uang Anda yang dapat membuahkan hasil nantinya. Sehingga investasi memberikan peluang kepada Anda untuk hidup nyaman secara finansial. Bahkan biasanya dimanfaatkan untuk menyimpan dana masa pensiun.

Tidak hanya menguntungkan saja, tentu investasi memiliki kendala tersendiri yakni adanya inflasi yang sulit dihindari di berbagai negara. Hal ini dapat menurunkan nilai mata uang kapan saja, sehingga yang sudah dikumpulkan nilainya bisa jadi menurun pada masa depan.

Namun demikian bukan berarti Anda harus merasa khawatir untuk melakukan investasi sebab kegunaannya penting untuk masa depan lebih baik. Investasi jangka panjang ini penting agar dana yang Anda miliki terus bertambah tanpa perlu kerja keras lebih. Daripada Anda membiarkannya di rumah ataupun di bank, lebih baik menanamkannya untuk investasi.

Prinsip Investasi Jangka Panjang

Nah, agar lebih untung apa saja sih sebenarnya prinsip-prinsip investasi untuk jangka panjang? Yuk simak penjelasan berikut ini.

  • Mengalokasikan Aset yang Dimiliki

Menggunakan aset yang dimiliki berarti jangan Anda hanya menyimpan uang di bank yang justru semakin berkurang karena adanya potongan per bulannya. Meskipun menyimpan uang di bank adalah hal yang aman namun aset Anda tidak bergerak.

Agar menguntungkan maka Anda dapat mengalokasikan aset tersebut ke dalam beberapa pos. Misalnya membuat pos dimana dikhususkan untuk masa tua sehingga pisahkan dengan lainnya agar tidak terpakai. Kemudian gunakan pos lain yang bisa digunakan sebagai investasi sesuai dengan preferensi Anda.

Beberapa orang lebih menyukai jenis investasi jangka panjang karena jumlah potensi returnnya lebih banyak namun dengan resiko yang lebih besar pula. Misalnya investasi reksadana dimana ini cocok untuk Anda yang siap dengan resiko.

Namun jika Anda lebih senang bermain aman dengan resiko yang paling minim maka Anda dapat memilih investasi jenis deposito. Sebab resikonya kecil namun tetap menghasilkan walaupun hasilnya pun cenderung lebih kecil.

  • Memanfaatkan Peluang yang Ada Untuk Investasi

Kebanyakan orang memilih jenis investasi jangka panjang dengan tujuan untuk mempersiapkan masa tua atau masa pensiun mereka. Dimana ketika usia Anda masih produktif maka peluang untuk berinvestasi justru lebih besar. Sebab pada usia tersebut, tentu Anda memiliki pendapatan tetap untuk setiap bulannya.

Hal tersebut didukung dengan banyaknya jenis investasi yang memang lebih open terhadap orang-orang dengan usia produktif dibandingkan dengan usia yang dianggap sudah lanjut.

Katakanlah Anda meminjam dana untuk membeli properti maka biasanya pihak bank akan mensyaratkan rentang usia tertentu sebagai ketentuannya. Apabila Anda saat ini masih berada dalam usia produktif maka sebaiknya manfaatkan peluang tersebut untuk melakukan investasi. Sebab ketika sudah lanjut usia maka peluang tersebut sangatlah minim atau bahkan cenderung sulit.

  • Mengambil Resiko yang Mampu Ditangani

Sudah menjadi rahasia umum bahwa melakukan investasi pun bukan berarti tidak beresiko karena harfiahnya segala hal memiliki resiko. Untuk besar ataupun kecilnya resiko tersebut kembali bergantung pada jenis investasi yang Anda ambil. Umumnya memang resiko tersebut sama sekali tidak dapat dihindari, kemudian seberapa besar resiko yang dimaksud?

Sebenarnya kembali lagi kepada kondisi masing-masing dari Anda, apabila Anda masih di rentang usia 20an maka Anda memiliki masa 40 tahun sebelum pensiun. Sehingga pengambilan investasi dengan resiko yang terbilang tinggi bukan menjadi suatu masalah bagi Anda. Terlebih apabila Anda memiliki pekerjaan yang stabil.

Berbeda apabila usia Anda sudah masuk 50 tahun lebih maka masa pensiun boleh dikatakan sudah mendekati. Sehingga jenis investasi yang memiliki resiko tinggi sangat tidak disarankan untuk Anda, lebih baik utamakan memilih investasi yang aman dan minim resiko. Kecuali jika Anda memang berada dalam kebebasan finansial serta memiliki pos tersendiri untuk melakukan investasi.

  • Berkontribusi Secara Reguler

Secara umum, jenis investasi akan dirasa lebih efektif jika Anda lakukan secara reguler. Maksudnya yakni investasi tidak dapat dilakukan satu kali saja kemudian dibiarkan ataupun langsung dihabiskan karena jumlahnya tidak kunjung bertambah.

Investasi membutuhkan sikap yang disiplin dan konsisten dari Anda, bahkan sebaiknya dilakukan dengan teratur dan berkala. Katakanlah deposito, apabila Anda teratur menyimpan uang secara deposito maka aset Anda akan dapat bertambah.

Demikian prinsip-prinsip investasi jangka panjang yang bisa dilakukan agar mendapatkan keuntungan. Asalkan Anda benar-benar memahami teknisnya maka investasi bukanlah sebuah momok menyeramkan.